Arsip | Artikel RSS feed for this section

Golongan darah dan Kepribadian

20 Des

Setelah nonton beberapa acara variety show Korea, gua baru tahu kalau golongan darah itu menentukan kepribadian seseorang dan betapa seriusnya orang-orang di Korea (termasuk Jepang) dalam menanggapi golongan darah seseorang. Menurut gua sih hal ini agak silly, karena kepribadian seseorang itu tidak hanya bisa dilihat dari golongan darahnya saja, banyak sekali faktor yang harus dipertimbangkan untuk menilai kepribadian seseorang. Tapi tentu saja tidak ada salahnya bila kita mengetahui arti dari golongan darah kita masing-masing, so mari kita review satu-satu, mulai dari A, AB, B dan O.

Type A:

Orang dengan golongan darah A mempunyai kekuatan untuk tetap tenang di masa-masa krisis di mana semua orang sedang panik. Namun, mereka tidak suka konfrontasi dan tidak merasa nyaman berada di antara banyak orang. Tipe A biasanya pemalu dan suka menyendiri. Mereka mencari keharmonisan dan sangat sopan, tapi mereka juga merasa tidak pernah benar-benar cocok dengan orang lain. Tipe A sangat bertanggung-jawab, bila ada pekerjaan yang harus diselesaikan mereka lebih suka menanganinya sendiri. Orang-orang dengan golongan darah ini haus kesuksesan dan perfeksionis. Mereka juga sangat kreatif dan paling artisik di antara golongan darah lainnya, kemungkinan besar karena kepekaan mereka. Orang dengan golongan darah A juga sering dijuluki klasik “type A”: mudah stress dan sangat teliti.

Comment: Golongan darah gua A, tapi gua nggak perfeksionis ataupun haus kesuksesan, lebih go with the flow aja. Kayanya gua merasa lebih cocok jadi golongan darah B, tapi ada juga beberapa faktor dari tipe A yang cocok sama gua. Jadi gua blasteran sama A dan B kali ya, secara bokap golongannya AB, kali kena ciprat dikit kepribadian AB-nya :D

Type B:

Orang dengan golongan darah B adalah yang paling praktis di antara golongan darah lainnya. Mereka adalah spesialis di bidangnya. Saat mereka memulai proyek, mereka akan menghabiskan banyak waktu untuk belajar dan mengikuti instruksi yang diberikan lebih dari orang lain. Saat mereka mengerjakan sesuatu, mereka juga hanya akan fokus pada satu hal itu. Mereka biasanya punya satu tujuan dan berusaha mewujudkannya sampai akhir walaupun kelihatannya mustahil. Mereka cenderung untuk lebih tidak koperatif, karena mereka lebih suka mengikuti cara dan ide mereka sendiri. Mereka individualis. Tipe B lebih mempertimbangkan pikiran daripada perasaan mereka, karena itu mereka terkadang terlihat dingin dan serius. Tipe B juga sering dianggap lebih santai, bebas dan tidak konvensional seperti tipe lainnya.

Comment: Type B is definitely more like me. Cowok dengan golongan darah B juga sering dianggap bad boy dan bukan tipe suami ideal. Makanya  hal ini sampai dijadikan tema di film Korea yang berjudul My Boyfriend is Type B. Katanya juga banyak cowok di Korea yang diputusin gara-gara golongan darah mereka, sesuatu yang menurut gua konyol banget dan terlalu ekstrem.

(lagi…)

Belajar bahasa dalam sebulan??

11 Feb

Akhir-akhir ini banyak iklan tentang belajar bahasa dalam waktu sebulan dan mereka ngasih janji kalau kita akan bisa as fluent as native speaker setelah mengikuti program mereka. Saat gua baca tuh iklan gua hanya bisa menghela nafas dan geleng-geleng kepala. Sebulan bisa fluent? Plis dong ah, kalau mau nipu yang realistis dikit dong, sekarang orang pintar lebih banyak dari orang bodoh kali.

Gua sendiri belajar bahasa Inggris dari SD di sekolah, pas SMP gua ngeles privat sampai SMA kelas 3 supaya gua bisa dapat score 550 di TOEFL, basic requirement buat mahasiswa yang mau kuliah di luar negeri. Untungnya gua berhasil memenuhi target dan berangkatlah gua untuk menempuh hidup baru (buat kuliah bukan nikah) di negeri seberang. Semua orang yang pernah belajar bahasa dengan serius pasti tahu gimana belajar itu butuh proses, nggak bisa instan.

Gua jadi ingat gimana perjuangan gua dulu buat memenuhi target gua, baca novel Inggris ditemani kamus tebel, les Inggris dua minggu sekali ditambah les matematik pula (God knows how much I hate Maths), les intensif pas liburan, belajar sendiri dari buku TOEFL yang tebelnya bisa buat nimpuk anjing gila, dan masih banyak lagi. Dan sampai sekarang walaupun gua sudah mencapai target gua untuk kuliah di luar, gua masih tetap belajar untuk improve Inggris gua, intinya nggak ada tuh cara instan buat belajar, dalam hal apapun, terutama belajar bahasa.

Jadi buat semua orang yang mau belajar bahasa, jangan pernah ambil cara instan. Kita menguasai bahasa kita sekarang juga ada proses belajar dari bayi. So, fluent in 1 month? Think again.

Wanita dan Pilihan Karir

9 Feb

Suatu hari, pas zaman SMA, salah satu sahabat gua nanya, elo mau jadi ibu rumah tangga atau wanita karir?

Gua yang waktu itu masih pake seragam putih abu-abu cuma bisa bengong sambil mikirin jawabannya. Dan sampai sekarang pun gua masih nggak tau jawaban atas pertanyaan itu.

Para pro-feminist pasti akan menjawab wanita karir karena well mereka feminist, mereka mau kaum perempuan tidak hanya diam di dapur dan mengurus anak. Iya sih sekarang zaman emansipasi wanita, tapi apa benar kaum perempuan sekarang udah sederajat sama kaum laki-laki? Bahkan negara liberal macam US saja belum pernah tuh punya presiden wanita, walaupun sekarang ada kemungkinan kalau mereka akan punya presiden wanita pertama.

Dari pengamatan gua sih nggak ada salahnya jadi ibu rumah tangga, karena mama gua sendiri juga seorang ibu RT. Menurut gua jadi ibu RT nggak segampang yang dikira orang-orang, dan gua sangat respect sama semua ibu RT yang bisa membesarkan anak-anak mereka sendiri tanpa bantuan babysitter. Sepanjang ingetan gua, mama gua selalu ngurus semuanya buat gua tanpa campur tangan pembantu atau babysitter.

Tapi gua juga selalu kagum sama wanita karir yang bisa multitasking antara kerja dan rumah tangga. Itu membuktikan kalau perempuan bukan makhluk lemah dan mereka bahkan bisa lebih kuat dari kaum laki-laki.

Jadi ya menurut gua sih mau jadi ibu rumah tangga atau wanita karir itu terserah sama kita. Tapi satu hal yang perlu kita tahu kalau nggak semua orang cocok jadi wanita karir begitu juga ibu RT, some women born to be a nurturer when some other women born to be more than ordinary. Yang paling penting bagi gua sih jadilah seseorang yang bisa berguna buat orang lain, so buat semua cewek jangan ragu jadi apa yang elo mau.

Anyway, kalau sekarang sih gua kepikirnya pengen jadi freelance writer sambil ngurus anak hehehe :)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.