Suatu hari, pas zaman SMA, salah satu sahabat gua nanya, elo mau jadi ibu rumah tangga atau wanita karir?
Gua yang waktu itu masih pake seragam putih abu-abu cuma bisa bengong sambil mikirin jawabannya. Dan sampai sekarang pun gua masih nggak tau jawaban atas pertanyaan itu.
Para pro-feminist pasti akan menjawab wanita karir karena well mereka feminist, mereka mau kaum perempuan tidak hanya diam di dapur dan mengurus anak. Iya sih sekarang zaman emansipasi wanita, tapi apa benar kaum perempuan sekarang udah sederajat sama kaum laki-laki? Bahkan negara liberal macam US saja belum pernah tuh punya presiden wanita, walaupun sekarang ada kemungkinan kalau mereka akan punya presiden wanita pertama.
Dari pengamatan gua sih nggak ada salahnya jadi ibu rumah tangga, karena mama gua sendiri juga seorang ibu RT. Menurut gua jadi ibu RT nggak segampang yang dikira orang-orang, dan gua sangat respect sama semua ibu RT yang bisa membesarkan anak-anak mereka sendiri tanpa bantuan babysitter. Sepanjang ingetan gua, mama gua selalu ngurus semuanya buat gua tanpa campur tangan pembantu atau babysitter.
Tapi gua juga selalu kagum sama wanita karir yang bisa multitasking antara kerja dan rumah tangga. Itu membuktikan kalau perempuan bukan makhluk lemah dan mereka bahkan bisa lebih kuat dari kaum laki-laki.
Jadi ya menurut gua sih mau jadi ibu rumah tangga atau wanita karir itu terserah sama kita. Tapi satu hal yang perlu kita tahu kalau nggak semua orang cocok jadi wanita karir begitu juga ibu RT, some women born to be a nurturer when some other women born to be more than ordinary. Yang paling penting bagi gua sih jadilah seseorang yang bisa berguna buat orang lain, so buat semua cewek jangan ragu jadi apa yang elo mau.
Anyway, kalau sekarang sih gua kepikirnya pengen jadi freelance writer sambil ngurus anak hehehe
