Mencari Kebahagiaan

Pernah nggak kita bertanya apa itu kebahagiaan?

Kalau menurut gua kebahagiaan itu rasanya sama dengan saat kita minum hot chocolate. Kenapa hot chocolate? Karena bagi gua kebahagiaan itu rasanya hangat dan manis.

Bagi yang masih mencari apa arti kebahagiaan, lihatlah ke sekeliling karena kebahagiaan itu ada di mana-mana, with simple things like smiling we can be happy.  

Jadi apa arti kebahagiaan buat kalian?

Gakuen Alice

Natsume, Mikan, Ruka, Hotaru (Top)

Gakuen Alice (Alice Academy) adalah manga yang dikarang oleh Tachibana Higuchi, serial ini sudah dibuat menjadi anime yang berjumlah 26 episode, kalau manganya sendiri sudah sampai volume 16 dan masih ongoing.

Gua tahu tentang serial ini waktu nonton animenya di channel Animax, ceritanya unik dan sangat menghibur, sayang ending animenya menggantung. Karena penasaran gua lalu iseng-iseng baca manga scanlationnya, ternyata ceritanya seru banget, alhasil selama tiga hari gua bergadang buat ngebaca semua chapter yang ada.

Bisa dibilang anime Gakuen Alice lebih ringan dan ceria dari manganya yang ceritanya lebih rumit dan dark (namun tetap diselingi dengan humor-humor segar tentunya). Namun gua sendiri sih lebih suka manganya karena ceritanya lebih kompleks dan memberi gambaran detail tentang kepribadian dan latar belakang karakter-karakter di serial ini. 

Ceritanya berpusat pada Mikan Sakura, murid SD yang memutuskan untuk mencari sahabatnya, Hotaru Imai yang pindah ke sekolah baru bernama Gakuen Alice. Gakuen Alice adalah sekolah untuk anak-anak jenius dengan kemampuan spesial, kemampuan spesial ini dinamakan Alice. Belakangan Mikan malah diterima di sekolah itu karena salah satu guru di sana menyadari Alice yang dimiliki Mikan. Sejak saat itulah kehidupan baru Mikan dimulai di Gakuen Alice.

Walaupun temanya kelihatan ringan dan kekanakan, Gakuen Alice memiliki alur cerita yang kompleks dan tema yang lumayan berat untuk ukuran shoujo manga. Pelan-pelan Mikan menyadari kalau di balik penampilan luarnya yang megah dan serba luar biasa, Gakuen Alice ternyata menyimpan banyak kebohongan dan ketidakadilan yang ditujukan pada para siswa di sana.  Teman sekelasnya, Natsume Hyuuga adalah salah satu bukti dari sisi gelap sekolah itu, karena kemampuan Alicenya dia sering disuruh menjalankan misi rahasia sekolah yang berbahaya. 

Mikan sendiri secara tidak langsung mengalami ketidakadilan karena Alicenya yang terbilang unik, kemampuan untuk menghapus efek Alice orang lain pada dirinya. Sikap Mikan yang selalu ceria dan pantang menyerah membuat banyak orang yang dulu meremehkannya berubah menjadi temannya (bahkan sampai ada yang naksir berat!), Mikan pun bertekad untuk mengubah Gakuen Alice menjadi tempat yang lebih baik bagi dia dan murid-murid di sana.

Tentu saja cerita ini tidak akan lengkap tanpa cerita cinta antar karakter, cinta segitiga antara Mikan, Natsume dan Ruka (sahabat Natsume) sering menjadi fokus cerita, cinta sepihak Narumi-sensei (guru di Gakuen Alice) pada ibunya Mikan juga menjadi salah satu kisah yang menarik untuk diikuti.

Natsume, Mikan, Ruka (Mikan you are so lucky!)

Untuk kasus Mikan, Natsume, Ruka, sepertinya sudah jelas siapa  yang akan memenangkan hati Mikan, namun melihat Ruka yang kelihatannya lembek ini berusaha mati-matian untuk mendapatkan perhatian Mikan membuat gua jadi terharu. Ruka, tenang aja pasti banyak kok cewek lain yang mau sama elo, contohnya gua hehehe…

Beberapa chapter favorit gua:

Gakuen Alice ch 41 p25 Gakuen Alice ch 41 p26 Gakuen Alice ch41 p27

Gakuen Alice chapter 41, Natsume bilang dia akan melindungi Mikan namun cewek ini malah bilang dia tidak perlu dilindungi, dia ingin menjadi kekuatan bagi Natsume, don’t let yourself be hurt so much anymore, begitulah kata Mikan. Scene yang menurut gua sangat sweet ini, membuat gua yakin kalau Ruka sudah tidak lagi memiliki kesempatan untuk mendapatkan hati Mikan, karena cewek ini jelas-jelas sudah menjatuhkan pilihannya saat dia bilang ingin menjadi kekuatan bagi Natsume. (Ooh kasian sekali kau Ruka… T_T)

Gakuen Alice ch44 p01 Gakuen Alice ch44 p16 Gakuen Alice ch44 p26

Gakuen Alice ch44 p27 Gakuen Alice ch44 p28

Gakuen Alice chapter 44, di sini Narumi-sensei bertemu lagi dengan ibu Mikan, Yuka Azumi. Mereka dulu adalah kouhai dan senpai (adik dan kakak kelas) di Gakuen Alice. Di sini kita jadi tahu hubungan Narumi dan ibunya Mikan di masa lalu, sebuah hubungan yang menyakitkan karena ibunya Mikan tidak bisa membalas perasaan Narumi. Nggak heran kalau sekarang Narumi begitu perhatian dengan Mikan, karena Mikan mengingatkannya pada wanita yang dicintainya. (Huhuhu… cinta bertepuk sebelah tangan emang tragis, pernah mengalami soalnya)

Untuk animenya gua kasih nilai 3 dari 5 sedangkan manganya 4 dari 5. Tapi rasanya belum lengkap kalau nggak lihat dua-duanya. Jadi bagi yang belum nonton ataupun baca serial ini, kalian bisa ke;

http://www.crunchyroll.com/series-395/Gakuen-Alice.html (anime) 

 http://www.mangafox.com (manga)

Nodame Cantabile

Nodame Cantabile

Nodame Cantabile adalah drama yang ceritanya berbasis dari manga berjudul sama oleh Tomoko Ninomiya. Bisa dibilang pada awalnya gua ragu nonton drama ini karena gua nggak begitu suka musik klasik. Namun karena rekomendasi temen gua dan review di internet yang cukup meyakinkan, gua akhirnya nonton juga drama ini.

Drama ini gua kasih nilai 4 dari 5. Alur ceritanya pas dan tidak bertele-tele (this is why I prefer Japanese drama over Korean), ceritanya sangat menghibur, akting pemainnya oke banget (terutama Ueno Juri yang memerankan Nodame, mukyaaa ^o^),  namun faktor yang paling menentukan di drama ini adalah music arrangement-nya yang bisa memberikan efek yang pas untuk tiap scene. Bisa dibilang gua jadi suka musik klasik sejak nonton Nodame hehehe…

Cerita drama ini bisa dibilang agak ajaib dan komik banget, terutama karakter Noda Megumi alias Nodame. Namun di balik sikapnya yang ajaib, Nodame memiliki bakat besar dalam bermusik, sayangnya dia tidak menyadarinya dan tidak pernah menanggapi bakatnya dengan serius sebelum dia bertemu Chiaki Shinichi. Chiaki adalah seorang pemusik jenius yang bercita-cita untuk menjadi komposer, namun untuk meraih cita-citanya itu dia harus pergi ke Eropa, sesuatu yang mustahil baginya karena dia tidak berani naik pesawat terbang ataupun kapal laut (konyol banget memang). Chiaki dan Nodame kemudian menjalin hubungan yang unik nan ajaib.

Nodame yang sejak awal sudah jatuh cinta pada Chiaki, belakagan menyadari kalau satu-satunya cara supaya bisa terus bersama Chiaki adalah dengan mengembangkan bakat musiknya. Sejak itulah Nodame memutuskan untuk serius bermusik. Perasaan Chiaki pada Nodame pun berubah, dia tidak lagi hanya mengagumi permainan musik Nodame dan mulai memiliki perasaan lebih pada cewek itu walaupun dia masih ogah mengakuinya.

Menurut gua, hubungan Nodame dan Chiaki sebenarnya didasari kecintaan mereka terhadap musik. Ini adalah cerita tentang dua orang who share the same passion in life, mereka butuh satu sama lain untuk meraih cita-cita mereka. Nodame tidak akan menjadi seperti sekarang tanpa Chiaki, begitu juga sebaliknya, intinya mereka membuat satu sama lain menjadi orang yang lebih baik, sesuatu yang sangat penting saat kita menjalin hubungan dengan seseorang.

For conclusion, Nodame Cantabile adalah sebuah cerita cinta yang dewasa dan sangat menghibur, anyway kalau kalian belum puas dengan dramanya cepetan nonton versi SP-nya, di sini kalian bisa melihat perkembangan hubungan Chiaki dan Nodame di tengah indahnya kota Paris (: 

Nodame Cantabile SP

Buat para penggemar dorama Nodame Cantabile, ada good news buat kalian semua, dua episode spesial Nodame Cantabile yang syutingnya di Paris udah ada di youtube!

For Special Lesson 1 ada 17 part, ini part 1nya;

http://www.youtube.com/watch?v=BI6mgDiLIqw

For Special Lesson 2 ada 16 part, ini part 1nya;

http://www.youtube.com/watch?v=LYHvPaXGnPI

So guys cepetan nonton sebelum videonya keburu dihapus!

PS: Review gua buat serial ini akan segera gua tulis begitu gua selesai nonton 2 episode spesialnya. Cheers (:

Indonesian Idle

Indonesian Idle

Indonesian Idle adalah sebuah judul novel dari okke “sepatumerah”, gua tahu tentang novel ini waktu gua nyasar ke blog si pengarang yang judulnya sepatu merah (http://blog.sepatumerah.net/), blog yang sekarang menjadi salah satu blog favorit gua.

Kemarin waktu gua pulang ke Jakarta yang macet dan berdebu, gua menyempatkan diri mencari novel ini di Gramedia, dan sialnya waktu itu ada novel Sitta Karina baru. Akhirnya setelah berdebat lama dengan diri sendiri gua memutuskan untuk membeli Indonesian Idle dan  I swear itu bukan karena harga bukunya yang lebih murah.

Beginilah summary bukunya,

Life’s a bitch. Indeed.

Diandra Adriani, 23 tahun, merasakannya. Setelah sekian lama menjadi kutu loncat, berganti pekerjaan setiap merasa bosan, ia harus menerima kenyataan pahit yang bikin hidupnya jungkir balik. Boss-nya yang bagai monster memecat Diandra dari posisinya sebagai staf artistik Femme, sebuah majalah perempuan prestisius ibukota. Sejak saat itu ia berada dalam keadaan yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya: menjadi pengangguran dan susah mendapatkan pekerjaan.

Cukup?

Tentu belum. Karena kebodohannya, Diandra masih harus menghadapi berbagai permasalahan dalam persahabatan dan percintaan. Pokoknya, semua serba rumit.

So, gimana Diandra menyelamatkan kehidupannya?

Kalau gua kasih bintang buku ini layak dapat 3 dari 5, alur ceritanya nggak bertele-tele dan realistis, namun jangan mengharapkan sesuatu yang terlalu spesial, the story is simply about a woman’s life in her 20’s.

Gua merasa novel ini fresh banget, yang secara gamblang memberi garis besar kehidupan cewek single di kota besar. Pada kenyataannya tidak semua cewek bisa punya prince charming dan perfect job. Kita juga butuh waktu untuk tahu apa yang benar-benar kita mau dalam hidup ini, jadi gua rasa nggak ada salahnya menjadi ‘kutu loncat’ dalam proses pencariannya daripada kita terjebak seumur hidup.

Tidak ada cerita cinderella di novel ini, yang ada cuma bitter fact tentang hidup yang tidak selalu berjalan mulus. Kebohongan yang dibuat Diandra karena takut dengan reaksi ibunya, pelecehan di tempat kerja, pertengkaran dengan sahabat, dan jatuh cinta pada orang yang salah. Kita semua pernah mengalami itu, we all make mistakes and life sucks sometimes, tapi pada akhirnya kita sadar kalau itulah yang namanya hidup. Kita belajar dari kesalahan kita dan kembali melanjutkan hidup.

Coffee Prince

Coffee Prince

Gua baru download OST Coffee Prince, drama korea yang cukup populer di tahun 2007 (Hampir semua temen gua merekomendasikan). Kalau gua kasih bintang nilainya sekitar 3.5 dari 5.

Aktingnya bagus, ceritanya lucu dan menghibur, pemainnya cantik dan ganteng, settingnya enak banget di mata, OSTnya pas banget buat tiap scene, sayang alur ceritanya bertele-tele alias draggy. Gua yakin drama ini sebenarnya bisa berakhir di episode 13 kalau ceritanya nggak diulur-ulur terus. Dan banyak hal yang nggak masuk di akal (which really irritating sometimes), tapi namanya juga drama alias cerita fiksi jadi dimaklumin aja deh.  

Spoiler Warning! (Jangan terus membaca kalau elo pada nggak mau tau ending drama ini)

Anyway, yang mau gua bahas adalah sikap Eun-chan (pemeran utama cewek yang diperankan Yun Eun-Hye)saat menghadapi happy ending yang sudah di depan mata. Coffee Prince yang sebenarnya bertemakan cerita cinderella (cerita cewek miskin ketemu pangeran kaya dan tampan) tiba-tiba mengangkat sebuah topik yang seolah-olah ingin membuktikan kalau drama ini bukan sekedar cerita cinderella biasa.

Pangeran Eun-chan (sori gua lupa namanya, yang pasti selalu dipanggil manajer oleh Eun-chan) yang udah berusia 30 tahun memutuskan untuk melamar sang pacar yang baru 24 tahun. Sang pangeran berjanji untuk memenuhi kebutuhan Eun-chan dan keluarganya kalau mereka sudah menikah. Kalau ini cerita dongeng pasti mereka sudah menikah dan live happily ever after. Tapi Eun-chan bukan common protagonist di cerita-cerita dongeng, dia memutuskan untuk menolak lamaran sang pangeran dan memilih untuk meraih impiannya untuk menjadi barista profesional.

Alasannya? Karena dia tidak mau bergantung pada siapapun. Almarhum ayahnya dulu berjanji untuk melindungi keluarganya namun sayangnya ayah Eun-chan meninggal sebelum kedua anaknya dewasa. Kematian ayahnya membuat Eun-chan bertekad untuk berdiri dengan kakinya sendiri tanpa menggantungkan diri pada sang pangeran. Dan untungnya sang pangeran mau mengerti, dia bersedia menunggu sang putri.

Walaupun bertele-tele tapi gua akui topik yang diangkat di akhir drama ini cukup ngena, terutama buat kaum cewek. Jangan mengandalkan siapapun, berdirilah dengan kedua kaki kita sendiri. Gua jadi inget sama temen gua yang nggak kuliah dan kabarnya sih dia bakal married tahun depan. Gua sih nggak berniat ngomong jelek tentang dia, because she is really a nice girl and a good friend, tapi gua merasa itu bukan keputusan yang terbaik buat dia. I believe she can do much more if she decided to go to college.  Tapi kalau dia udah memutuskan begitu apa boleh buat.

Yang terpenting jangan pernah menyesali apa yang udah kita putuskan, keep moving forward with smile okay? (:

High School Musical

High School Musical

Hari ini gua baru nonton High School Musical, basi memang tapi lebih baik terlambat daripada tidak kan :)

Ceritanya klise dan cheesy, tapi gua enjoy nontonnya karena alur ceritanya ngalir dengan lancar dan lagu-lagunya pas banget sama tema ceritanya. Anak SMA. Kalau gua kasih bintang, gua akan kasih 3 dari 5.

Cerita cewek ketemu cowok dan bagaimana mereka berusaha menjadi diri mereka sendiri. Semua orang pas SMA pasti tahu gimana rasanya. Jadi inget gimana pas SMA dulu, pas zaman masih norak-noraknya ngegeng dan ngalamin yang namanya cinta monyet hehehe…

Anyway, moral dari ceritanya, jangan takut mencoba sesuatu yang baru walaupun itu bertolak belakang sama sesuatu yang kita tekuni selama ini. Banyak orang yang takut keluar dari zona nyaman, padahal dengan berani mengambil resiko kita akan menemukan potensi-potensi baru dalam diri kita yang bisa kita kembangkan.

So let’s breaking free guys! Apapun yang kalian ingin lakukan, just do it, jangan sampai kita nyesel nantinya gara-gara terlalu lama berada di zona nyaman.

Belajar bahasa dalam sebulan??

Akhir-akhir ini banyak iklan tentang belajar bahasa dalam waktu sebulan dan mereka ngasih janji kalau kita akan bisa as fluent as native speaker setelah mengikuti program mereka. Saat gua baca tuh iklan gua hanya bisa menghela nafas dan geleng-geleng kepala. Sebulan bisa fluent? Plis dong ah, kalau mau nipu yang realistis dikit dong, sekarang orang pintar lebih banyak dari orang bodoh kali.

Gua sendiri belajar bahasa Inggris dari SD di sekolah, pas SMP gua ngeles privat sampai SMA kelas 3 supaya gua bisa dapat score 550 di TOEFL, basic requirement buat mahasiswa yang mau kuliah di luar negeri. Untungnya gua berhasil memenuhi target dan berangkatlah gua untuk menempuh hidup baru (buat kuliah bukan nikah) di negeri seberang. Semua orang yang pernah belajar bahasa dengan serius pasti tahu gimana belajar itu butuh proses, nggak bisa instan.

Gua jadi ingat gimana perjuangan gua dulu buat memenuhi target gua, baca novel Inggris ditemani kamus tebel, les Inggris dua minggu sekali ditambah les matematik pula (God knows how much I hate Maths), les intensif pas liburan, belajar sendiri dari buku TOEFL yang tebelnya bisa buat nimpuk anjing gila, dan masih banyak lagi. Dan sampai sekarang walaupun gua sudah mencapai target gua untuk kuliah di luar, gua masih tetap belajar untuk improve Inggris gua, intinya nggak ada tuh cara instan buat belajar, dalam hal apapun, terutama belajar bahasa.

Jadi buat semua orang yang mau belajar bahasa, jangan pernah ambil cara instan. Kita menguasai bahasa kita sekarang juga ada proses belajar dari bayi. So, fluent in 1 month? Think again.

Wanita dan Pilihan Karir

Suatu hari, pas zaman SMA, salah satu sahabat gua nanya, elo mau jadi ibu rumah tangga atau wanita karir?

Gua yang waktu itu masih pake seragam putih abu-abu cuma bisa bengong sambil mikirin jawabannya. Dan sampai sekarang pun gua masih nggak tau jawaban atas pertanyaan itu.

Para pro-feminist pasti akan menjawab wanita karir karena well mereka feminist, mereka mau kaum perempuan tidak hanya diam di dapur dan mengurus anak. Iya sih sekarang zaman emansipasi wanita, tapi apa benar kaum perempuan sekarang udah sederajat sama kaum laki-laki? Bahkan negara liberal macam US saja belum pernah tuh punya presiden wanita, walaupun sekarang ada kemungkinan kalau mereka akan punya presiden wanita pertama.

Dari pengamatan gua sih nggak ada salahnya jadi ibu rumah tangga, karena mama gua sendiri juga seorang ibu RT. Menurut gua jadi ibu RT nggak segampang yang dikira orang-orang, dan gua sangat respect sama semua ibu RT yang bisa membesarkan anak-anak mereka sendiri tanpa bantuan babysitter. Sepanjang ingetan gua, mama gua selalu ngurus semuanya buat gua tanpa campur tangan pembantu atau babysitter.

Tapi gua juga selalu kagum sama wanita karir yang bisa multitasking antara kerja dan rumah tangga. Itu membuktikan kalau perempuan bukan makhluk lemah dan mereka bahkan bisa lebih kuat dari kaum laki-laki.

Jadi ya menurut gua sih mau jadi ibu rumah tangga atau wanita karir itu terserah sama kita. Tapi satu hal yang perlu kita tahu kalau nggak semua orang cocok jadi wanita karir begitu juga ibu RT, some women born to be a nurturer when some other women born to be more than ordinary. Yang paling penting bagi gua sih jadilah seseorang yang bisa berguna buat orang lain, so buat semua cewek jangan ragu jadi apa yang elo mau.

Anyway, kalau sekarang sih gua kepikirnya pengen jadi freelance writer sambil ngurus anak hehehe :)

Funny Valentine || Part 1

14 Febuari, hari kasih sayang yang dinanti-nanti semua orang di SMU Tari, namun Tari sendiri tidak begitu perduli karena dia tidak punya pacar atau gebetan. Namun di hari itu Tari malah menemukan setangkai bunga mawar di kolong mejanya. Tari kemudian bertanya pada teman sebangkunya, Benny yang sedang sibuk menyalin PR.

“Ben, sapa nih yang naroh bunga di meja gua?”

“Malah gua tau, gua juga baru dateng nih,” jawab Benny tanpa menoleh sedikitpun.

Tari yang merasa penasaran lalu bertanya pada teman-teman sekelasnya yang lain yang sudah datang duluan, namun tidak ada yang tahu mengenai pengirim bunga itu.

“Secret Admirer tuh, Ri,” komentar Elsa, sahabat Tari.

“Bah ribet amat seh, napa juga ngasih bunga? Besok juga layu,” tukas Tari.

“Bagus dikasih bunga daripada dipelet,” sahut Elsa.

“Iiih horor banget lo, makanya jangan kebanyakan nonton sinetron.”

“Hiih nuduh, nggak level kali ma gua.”

Kedua sahabat itu lalu berdebat sampai Randy salah satu teman sekelas mereka menghampiri Tari.

“Ri, elo mau tau sapa yang ngasih bunga itu?” tanya Randy.

“Emang elo tau?” Tari memandang Randy dengan tatapan penasaran.

“Tau dong, tapi jangan kaget ya.”

“Udah cepetan kasih tau siapa, elo bikin gua penasaran aja.”

“Anak kelas sebelah, si Yogi.”

“HAAA YOGII??” seru Tari dan Elsa bersamaan, Tari kontan langsung melempar jauh-jauh bunga yang dipegangnya sejak tadi.

Yogi memang terkenal sebagai murid paling jorok di angkatan mereka, gosipnya sih dia cuma mandi seminggu dua kali dan keramas sekali sebulan hiii…

“Elsaaa, mampus guaa, gua mau cuci tangan dulu ah, tiba-tiba badan gua gatel-gatel semua ni.”

“Haduuh gua tadi megang-megang tuh bunga juga lagi, gua ikutan deh.”

Namun di depan kelas mereka, Yogi malah sudah berdiri sambil cengengesan dan bersiap mencegat Tari. ”Halo, Tari,” sapa cowok itu yang hari ini kelihatan lebih rapi dari biasanya.

Tari cepat-cepat mengerem langkahnya dan mundur beberapa langkah. “Mampus gua, mampuus…” gumamnya berkomat-kamit. Elsa sendiri tampak berniat kabur diam-diam namun Tari segera menarik sahabatnya itu.

“Eh lo! Jangan kabur!”

“Tapi gua takut, Ri. Udah gua bantu lo dalam doa deh.”

“Gila lo, kalau lo takut gua apalagi!”

Yogi lalu melangkah mendekati Tari dan lucunya setiap cowok itu berjalan satu langkah, kedua cewek di hadapannya pasti akan mundur selangkah juga. Melihat keadaan itu Yogi akhirnya berkata, “Tari, kamu udah terima bunganya?”

“Bu…bunga? Nggak ada tuh, nggak tau, nggak liat,” jawab Tari sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Oh ya? Tapi aku udah taruh di kolong meja kamu tadi pagi.” Yogi lalu berjalan ke meja Tari. Saat melihat Yogi, Benny yang lagi serius nyalin PR langsung saja berhenti dan cepat-cepat kabur sambil membawa buku-bukunya.

Tari lalu segera memutar otaknya supaya bisa kabur dari Yogi. Di saat yang sama Kenny, salah satu teman sekelas Tari tampak memasuki kelas itu. Tanpa berpikir lagi Tari segera berseru pada cowok itu, “Gua suka sama elo, Ken!”

Kenny yang lagi menguap tampak membatu saat mendengar pengakuan mendadak Tari, dia hanya bisa bereaksi, “Hah?”

Seisi kelas itu kontan saja menyoraki mereka berdua, namun ada satu orang yang tampak sangat kecewa karenanya, iya dia adalah Yogi yang akhirnya memutuskan untuk keluar dari kelas itu sambil membawa bunga yang dibuang Tari barusan.

Melihat kepergian Yogi, Tari akhirnya bisa menarik nafas lega, namun masalahnya belum selesai sampai di situ saja. Kenny tanpa diduga malah berkata, “Gua juga suka sama lo, elo mau pacaran sama gua?”

“Heeeh??” Tari jelas langsung kebingungan, ada apa sih dengan cowok-cowok pagi ini??

To be continued…


Blog Stats

  • 5,388 hits

Halaman

 

Juli 2008
S S R K J S M
« Mar    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031